Rabu, 08 Juni 2016

Borneo orangutan surviver dan Susur sungai hitam Samboja

Dari Bandara Internasional Balikpapan jika menuju Desa Samboja yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara jaraknya sekitar 40 km. Dapat di tempuh dalam waktu sekitar 1 jam. Destinasi ini sangat cocok untuk anda yang ingin melepas lelah di alam bebas.
Desa Samboja merupakan pusat konservasi yang dikelola oleh Borneo Orangutan Survival Foundation dan tempat ini terbuka bagi wisatawan. Yang ingin mengetahui keberadaan orangutan saat berada di Desa Samboja wisatawan tidak hanya diajak berinteraksi dengan orangutan namun bisa merasakan juga serunya berpetualang menggunakan mobil 4WD melalui jalanan disekitar hutan yang cukup sulit dilalui. Jika ingin melihat panorama hutan Samboja. Anda bisa melihatnya dari menara pandang agar bisa leluasa melihat keseluruhan kawasan hutan samboja yang sangat menyegarkan mata.



Ada satu keunikan yang bisa disaksikan di Samboja. Lebih dari 200 orangutan hidup di dalam tujuh pulau kecil buatan sebagai habitat mereka. Tujuh pulau ini dipisahkan oleh aliran sungai yang cukup deras agar orangutan tidak keluar dari habitatnya.




Dari ketujuh pulau itu hanya satu yang bisa dikunjungi wisatawan sedangkan sisanya hanya bisa di lihat dari daratan. Aktifitas lainnya yang dapat dilakukan wisatawan adalah membantu pawang untuk menyiapkan makanan bagi orangutan. Selain orangutan samboja juga menjadi pusat rehabilitasi bagi beruang madu. Fauna yang menjadi maskot kota Balikpapan.







Di desa samboja ada juga sebuah sungai yang bisa kita susuri. Orang-orang menyebutnya sungai hitam. Di sungai ini sisi kanan dan sisi kirinya di kelilingi oleh pepohonan. Nah, disetiap sore biasanya dipepohonan itu muncul bekantan atau orangutan yang sedang mencari makan. Pemandangan ini pastinya tidak akan muncul di perkotaan. Makanya tempat ini sangat bagus untuk dikunjungi. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar